Langsung ke konten utama

Follow

Perkembangan Pencak Silat Dari Masa Ke Masa

 Tulisan pertama kita kupas Perkembangan Pencak silat Di masa lalu tidak. Di beberapa daerah di jawa lazimnya digunakan nama Pencak sedangkan di Sumatera orang menyebut Silat. Sedang kata pencak sendiri dapat mempunyai arti khusus begitu juga dengan kata silat. Sekarang kita lanjut bahas perkembangan pencak silat dari masa ke masa  



a. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda 

artikel terkait: Mengenal Olahraga Pencak-Silat

Suatu pemerintahan asing yang berkuasa di suatu negeri jarang sekali memberi perhatian kepada pandangan hidup bangsa yang diperintah. Pemerintah Belandan tidak memberi kesempatan perkembangan Pencak Silat atau pembelaan diri Nasional, karena dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan berkelompok. Sehingga perkembangan kehidupan Pencak Silat atau pembelaan diri bangsa Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan sembunyi-sembunyi dan oleh kelompok-kelompok kecil Pencak Silat dipertahankan. Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat berkembang. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak mewarnai perkembangan Pencak Silat untuk masa sesudahnya. 

b. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang 

Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Terhadap Pencak Silat sebagai ilmu Nasional didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Di mana-mana atas anjuran Shimitsu diadakan pemusatan tenaga aliran Pencak Silat. Di seluruh Jawa serentak didirkan gerakan Pencak Silat yang diatur oleh Pemerintah. Di Jakarta pada waktu itu telah diciptakan oleh para pembina Pencak Silat suatu olarhaga berdasarkan Pencak Silat, yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga pada tiap-tiap pagi di sekolah-sekolah. Usul itu ditolak oleh Shimitsu karena khawatir akan mendesak Taysho, Jepang. Sekalipun Jepang memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsur-unsur warisan kebesaran bangsa kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi demi kepentingan Jepang sendiri bukan untuk kepentingan Nasional kita. 

Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita. 

c. Prkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan 

Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro. 

Program utama disamping mempersatukan aliran-aliran dan kalangan Pencak Silat di seluruh Indonesia, IPSI mengajukan program kepada Pemerintah untuk memasukan pelajaran Pencak Silat di sekolah-sekolah. 

Berikut beberapa organisasi pencak silat :

* PERSILAT : Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa

 * IPSI : Ikatan Pencak Silat Indonesia

 * FP2STI : Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia

 * PESAKA Malaysia : Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia

 * PERSISI : Persekutuan Silat Singapore

 * EPSF : European Pencak Silat Federation

Sampai saat ini Anggota Organisasi Pencak Silat yang sudah terdaftar/tercatat di PERSILAT sebanyak 33 organisasi di seluruh dunia.

Adapun Bapak-bapak pendiri IPSI adalah :

Wongsonegoro : Ketua Pusat Kebudayaan Kedu

Soeratno Sastroamidjojo  : Sekretaris Pusat Kebudayaan Kedu

Marjoen Soedirohadiprodjo: Pencak Silat Sumatra

Dr. Sahar  : SHO

Soeria Atmadja  : Pencak Silat Jawa Barat

Soeljohadikoesoemo  : Padepokan Setia Hati Madiun

Rachmad Soeronegoro  : Padepokan Setia Hati Madiun

Moenadji  : Padepokan Setia Hati Solo

Roeslan  : Padepokan Setia Hati Kediri

Roesdi Iman Soedjono  : Padepokan Setia Hati Kediri

S. Prodjosoemitro  : PORI bagian Pencak

Moh. Djoemali  : Padepokan Setia Hati Yogyakarta

Margono  : Padepokan Setia Hati Yogyakarta

Soemali Prawirosoedirjo  : Ketua Harian PORI

Karnandi  : Sekretaris Kementerian Pembangunan dan Pemuda

Ali Marsaban  : Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan

Program utama disamping mempersatukan aliran-aliran dan kalangan Pencak Silat di seluruh Indonesia, IPSI mengajukan program kepada Pemerintah untuk memasukan pelajaran Pencak Silat di sekolah-sekolah.

Usaha yang telah dirintis pada periode permulaan kepengurusan di tahun lima puluhan, yang kemudian kurang mendapat perhatian, mulai dirintis dengan diadakannya suatu Seminar Pencak Silat oleh Pemerintah pada tahun 1973 di Tugu, Bogor. Dalam Seminar ini pulalah dilakukan pengukuhan istilah bagi seni pembelaan diri bangsa Indonesia dengan nama "Pencak Silat" yang merupakan kata majemuk.

Sumber:

Modul Pencak Silat Untuk SMA, oleh Muhammad Syathir, S.Pd.,M.Pd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Butuh Ketenangan? Begini Caranya

Ada masa ketika kita begitu sibuk membuktikan diri. Kita ingin dipuji, diakui, dan disukai. Rasanya baru tenang kalau orang lain menilai kita cukup baik. Tapi semakin lama, kamu akan sadar: ketenangan sejati justru datang saat kamu tidak lagi sibuk meyakinkan siapa pun, bahkan dunia.   Menurut Nathaniel Branden dalam The Six Pillars of Self-Esteem,  " rasa percaya diri dan penghargaan terhadap diri sendiri bukan sesuatu yang diberikan orang lain, tapi dibangun dari dalam lewat kesadaran, tanggung jawab, dan kejujuran pada diri. Begitu pula BrenĂ© Brown dalam The Gifts of Imperfection , ia menulis bahwa orang yang hidup autentik tidak mencari validasi, karena mereka sudah berdamai dengan siapa dirinya". Berikut lima hal yang membuatmu tidak lagi butuh validasi siapa pun. 1. Kamu tahu siapa dirimu, dan tidak mudah digoyang opini orang. Begitu kamu mengenal dirimu dengan jujur, kelebihan, kekurangan, dan nilai yang kamu pegang, ucapan orang lain tidak lagi menentukan arah hidupm...

Dari ijasah SMA Sampai Tidak Tamat Kuliah, Inilah, KISAH SUKSES SECARA OTODIDAK (PART 1)

  Salam sukses, Semoga segala aktivitas kita menuju kesuksesan, amiin. Edisi kali ini mengupas kisah manusia sukses secara otodidak seperti yang di kutip dari buku “ 22 Tokoh Otodidak sejati ” yang di tulis oleh Jefferly Helianthusonfri. Tentu harapannya memberi motivasi kita semua untuk selalu belajar, bekerja. Tidak ada hal yang tidak mungkin jika itu sudah niat, dan usaha keras dan dibarengi doa. OKE, sobat. Sebagai bagian pertama dari tulisan ini, kita turunkan dua tokoh sukses.   Maya Ang e lo u , P u nya Segudang G e l a r Tapi Tak Lulus K ul i a h   Maya    Ange l ou     a d a l a h     s e orang   p e n y a i r ,     a k t r i s , p e m a i n drama, produser film   dan j ug a a k t i v i s h a k - hak   sipil.   Bel i au   j u g a   seor a ng p e nul i s ,   b e b e r a p a buku kar y an y a   m e n j a d i   best s e l l e r   di   an t ...

Waspadalah! Ini Tanda Tanda Teman Terlihat Baik, Tapi Aslinya ??

Waspadalah dalam dunia pertemanan hehe...banyak kelihatan baik,   tapi hanya terlihat baik bahasa lainnya hehe,,,lain di mulut lain di hati. Adakah tanda tandanya yang bisa kita lihat dan amati. Ya!! Jawabnya. Lantas, ada delapan tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin bukanlah orang baik? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini! Seperti dilansir dari geediting.com, berikut ini adalah delapan tanda seseorang bukanlah orang baik meskipun mereka tampak ramah dan baik pada awalnya. 1. Mereka Selalu Menjadi Korban Sikap victim mentality adalah tanda pertama bahwa seseorang mungkin tidak benar-benar baik. Orang seperti ini cenderung selalu menyalahkan orang lain atau keadaan atas kesulitan mereka, tanpa pernah mengambil tanggung jawab atas pilihan atau tindakan mereka sendiri. Berdasarkan penelitian psikologi, individu dengan mentalitas korban sering menggunakan cerita mereka untuk mencari perhatian atau rasa kasihan. Dalam hubungan, mereka mungkin membuat Anda me...

Total Tayangan Halaman