Langsung ke konten utama

Follow

Butuh Ketenangan? Begini Caranya

Ada masa ketika kita begitu sibuk membuktikan diri. Kita ingin dipuji, diakui, dan disukai. Rasanya baru tenang kalau orang lain menilai kita cukup baik. Tapi semakin lama, kamu akan sadar: ketenangan sejati justru datang saat kamu tidak lagi sibuk meyakinkan siapa pun, bahkan dunia. 




Menurut Nathaniel Branden dalam The Six Pillars of Self-Esteem, " rasa percaya diri dan penghargaan terhadap diri sendiri bukan sesuatu yang diberikan orang lain, tapi dibangun dari dalam lewat kesadaran, tanggung jawab, dan kejujuran pada diri. Begitu pula BrenĂ© Brown dalam The Gifts of Imperfection, ia menulis bahwa orang yang hidup autentik tidak mencari validasi, karena mereka sudah berdamai dengan siapa dirinya".

Berikut lima hal yang membuatmu tidak lagi butuh validasi siapa pun.

1. Kamu tahu siapa dirimu, dan tidak mudah digoyang opini orang.

Begitu kamu mengenal dirimu dengan jujur, kelebihan, kekurangan, dan nilai yang kamu pegang, ucapan orang lain tidak lagi menentukan arah hidupmu. Orang bisa menilai, tapi mereka tidak tahu seluruh kisahmu. Kamu tidak perlu meyakinkan siapa pun tentang nilai dirimu, karena kamu sudah tahu di mana pijakanmu.

2. Kamu bisa melakukan sesuatu karena cinta, bukan karena ingin dilihat.

Ketika motivasimu murni, kamu tidak lagi mengejar pujian. Kamu bekerja keras karena ingin berkembang, bukan untuk dianggap hebat. Orang yang tidak butuh validasi biasanya diam-diam melakukan hal besar tanpa banyak bicara. Mereka tidak mencari sorotan, tapi ketenangan batin dari melakukan hal yang benar bagi dirinya.

3. Kamu bisa menerima bahwa tidak semua orang akan suka padamu.

Ini salah satu tanda kedewasaan emosional. Kamu berhenti berharap semua orang paham, setuju, atau menyukai dirimu.bKamu sadar bahwa pandangan orang sering dipengaruhi pengalaman dan luka mereka sendiri. Jadi ketika ada yang menilai, kamu tidak tersinggung, kamu hanya tersenyum dan melanjutkan hidupmu.

4. Kamu tidak lagi mengukur nilai diri dari pencapaian.

Pencapaian bisa memberi rasa bangga, tapi tidak menentukan siapa dirimu sepenuhnya. Orang yang matang tahu bahwa hidup tidak selalu tentang naik terus. Ada masa jatuh, gagal, dan diam, dan semua itu bagian dari perjalanan. Ketika kamu bisa menghargai proses tanpa perlu tepuk tangan, kamu sudah menang dalam diam.

5. Kamu nyaman menjadi dirimu sendiri, tanpa perlu topeng.

Kamu tidak perlu terlihat bahagia untuk benar-benar bahagia. Tidak perlu berpura-pura kuat untuk menjadi kuat. Orang yang tidak butuh validasi hidup dengan ringan, karena mereka tidak sedang berperan. Mereka hanya menjadi diri sendiri, jujur, apa adanya, dan tetap berusaha tumbuh.

Ketenangan datang ketika kamu berhenti mencari pembenaran dari luar, dan mulai membangun kepercayaan dari dalam. Kamu tidak butuh banyak sorotan untuk merasa berharga. Cukup tahu bahwa kamu sedang tumbuh, melakukan yang terbaik, dan hidup dengan niat yang bersih, itu sudah cukup.

artikel terkait :

Kisah-sukses-otodidak part 1.

Gus Dur dan Humornya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari ijasah SMA Sampai Tidak Tamat Kuliah, Inilah, KISAH SUKSES SECARA OTODIDAK (PART 1)

  Salam sukses, Semoga segala aktivitas kita menuju kesuksesan, amiin. Edisi kali ini mengupas kisah manusia sukses secara otodidak seperti yang di kutip dari buku “ 22 Tokoh Otodidak sejati ” yang di tulis oleh Jefferly Helianthusonfri. Tentu harapannya memberi motivasi kita semua untuk selalu belajar, bekerja. Tidak ada hal yang tidak mungkin jika itu sudah niat, dan usaha keras dan dibarengi doa. OKE, sobat. Sebagai bagian pertama dari tulisan ini, kita turunkan dua tokoh sukses.   Maya Ang e lo u , P u nya Segudang G e l a r Tapi Tak Lulus K ul i a h   Maya    Ange l ou     a d a l a h     s e orang   p e n y a i r ,     a k t r i s , p e m a i n drama, produser film   dan j ug a a k t i v i s h a k - hak   sipil.   Bel i au   j u g a   seor a ng p e nul i s ,   b e b e r a p a buku kar y an y a   m e n j a d i   best s e l l e r   di   an t ...

Waspadalah! Ini Tanda Tanda Teman Terlihat Baik, Tapi Aslinya ??

Waspadalah dalam dunia pertemanan hehe...banyak kelihatan baik,   tapi hanya terlihat baik bahasa lainnya hehe,,,lain di mulut lain di hati. Adakah tanda tandanya yang bisa kita lihat dan amati. Ya!! Jawabnya. Lantas, ada delapan tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin bukanlah orang baik? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini! Seperti dilansir dari geediting.com, berikut ini adalah delapan tanda seseorang bukanlah orang baik meskipun mereka tampak ramah dan baik pada awalnya. 1. Mereka Selalu Menjadi Korban Sikap victim mentality adalah tanda pertama bahwa seseorang mungkin tidak benar-benar baik. Orang seperti ini cenderung selalu menyalahkan orang lain atau keadaan atas kesulitan mereka, tanpa pernah mengambil tanggung jawab atas pilihan atau tindakan mereka sendiri. Berdasarkan penelitian psikologi, individu dengan mentalitas korban sering menggunakan cerita mereka untuk mencari perhatian atau rasa kasihan. Dalam hubungan, mereka mungkin membuat Anda me...

Total Tayangan Halaman