Salam Olahraga
Pada kesempatan kali ini kita akan
membahas sebuah materi tentang jalan cepat yang akan meliputi pengertian jalan
cepat, teknik, tahapan, peraturan dan juga karakteristik. Materi nomor cabang
atletik jalan cepat atau Race Walking bertujuan untuk mengembangkan berbagai
pola gerak dasar berjalan, terutama yang mempunyai ciri gerak lokomotor.
Berjalan yaitu bergerak kedepan tanpa
adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melakukan gerakan langkah
maka harus menyentuh tanah sebelum kaki meninggalkan tanah, menjaga lutut lurus
dan tidak bengkok serta posisi tumpuan kaki dalam keadaan yang tegak lurus.
Untuk pengertian jalan cepat sendiri adalah merupakan sama dengan pengertian
berjalan, namun ada penambahan kecepatan ataupun frekuensi langkah dan juga
teknik gerakan. Supaya dapat menjelaskan dan juga melakukan teknik jalan cepat
yang benar, maka perlu di ketahui perbedaan nyata antara berjalan serta
berlari, serta apa saja yang tahapan jalan cepat yang baik dan benar.
Jalan cepat adalah yaitu bergerak kedepan
tanpa hubungan yang terputus dengan tanah. Setiap melangkah, maka kaki depan
harus menyentuh tanah sebelum kaki bagian belakang meninggalkan tanah. Ketika
melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut juga harus lurus
serta lutut tidak bengkok dengan tumpuan kaki yang berada dalam keadaan posisi
tegak lurus.
Dalam jalan cepat, nomor – nomor yang diperlombakan
adalah sebagai berikut :
(1) Putra
: 20 dan 50 km
(2) Putri : 10 dan
10 km
Jalan cepat adalah salah satu nomor pada
cabang atletik yang resmi di perlombakan dalam kejuaraan – kejuaraan atletik,
baik secara nasional ataupun internasional.
Teknik dari pelaksanaan jalan cepat bisa
dirinci sebagai berikut :
1) Start
Startnya yang dilakukan dengan menggunakan
start berdiri, karena start dalam jalan cepat tidak memiliki pengaruh yang
berarti, maka tidak perlu ada teknik khusus yang perlu atau harus di pelajari
ataupun dilatih. Sikap start yang umumnya di gunakan terdapat pada aba – aba ”
Bersedia ” peserta menempatkan posisi kaki kiri berada di belakang garis start,
sedangkan kaki kanan berada di samping belakang kaki kiri, dengan badan yang
agak condong ke depan dan juga kedua lengan rileks. Saat aba-aba ” Ya ” atau
bunyi tembakan pistol, maka segera melangkahkan kaki kanan ke depan, dengan di
susul dengan kaki kiri dan terus berjalan.
2) Langkah
Langkah di mulai dengan gerakan mengangkat
paha kaki ayun ke depan lutut, terlihat tungkai bagian bawah yang bergantung lemas,
karena ayunan paha ke depan, sehingga tungkai bawah ikut terayun ke depan, yang
menyebabkan lutut menjadi lurus. Selanjutnya menapak pada tumit dengan terlebih
dahulu menyentuh tanah, bersamaan dengan mengangkat tumit, kemudian ujung kaki
tumpu lepas dari tanah, dan ganti dengan kaki ayun. Begitu seterusnya selalu
ada kaki yang menumpu, sehingga tidak ada saat melayang.
Condong Badan Mulai dari kepala, punggung
atau dada, pinggang sampai tungkai bawah sedikit condong ke depan.
3) Ayunan Lengan
Siku di tekuk dengan kurang lebih dari 90
derajat, ayunan lengan kiri mengarah ke depan bersamaan dengan mengangkat paha
dan juga kaki kanan, sehingga koordinasinya merupakan lengan kiri bersamaan
dengan kaki kanan, dan juga lengan kanan yang bersamaan dengan kaki kiri.
4) Finish
Tidak terdapat teknik khusus pada gerakan
masuk finish dalam jalan cepat. Biasanya jalan terus hingga melewati garis
finish, kemudian baru dikendorkan kecepatannya sesudah melewati kira – kira 3
sampai 5 meter. Untuk memperoleh langkah – langkah yang benar, maka saat
pemindahan badan serta kaki satu ke kaki yang lain harus nampak dengan jelas,
hal ini kelihatan pada gerak panggul. Gerakan ini perlu dilatih supaya dapat
terbiasa melakukan teknik jalan cepat yang baik dan benar. Jadi, sikap dan juga
gerakan jalan cepat merupakan badan yang berada dalam posisi tegak, serta
pandangan yang lurus ke depan, siku ditekuk, dan juga tangan yang kepalkan
dengan rileks.
Bagaimana pembelanjaran aktivitas jalan
cepat?
Pembelajaran gerak jalan/jalan cepat
dapat dilakukan dengan aktivitas individual, berpasangan, dan berkelompok.
Salah satu contoh Aktivitas
Pembelajaran Berkelompok
1) Siswa berkelompok dengan anggota 3-5 orang atau secukupnya
2) Salah satu siswa memberi aba-aba start jalan/jalan cepat.
3) Dua kelompok saling bergantian yang satu melakukan start dan yang lainnya memberi aba-aba untuk belajar start berdiri dan belajar teknik jalan/jalan cepat menempuh jarak jangan terlalu jauh dengan benar.
4) Dan seterusnya
saling merasakan dan melakukan start dan melakukan teknik jalan/jalan cepat dengan baik dan benar.
5) Tugaskan peserta didik melaksanakan rencana perbaikan dari aktivitas yang baru saja dilakukan baik sendiri, bersama teman atau guru untuk perbaikan
aktivitas gerakan yang akan datang sesuai ketentuan gerakan yang ada.
Buku guru PJOK Kelas XI K13,
Kementerian Pendidikan Nasional
Mochamad Windarto Modul, PJOK Kelas XI,
Atleik Nomer Jalan Cepat

Komentar
Posting Komentar